Senin, 06 Juli 2009

Bila Pilpres Ditunda, KPU Bisa Berbenah

VIVA NEWS.COM






Ray Rangkuti


Bila Pilpres Ditunda, KPU Bisa Berbenah
Padahal tahun 1999 Indonesia mendapat pengakuan dunia.


Minggu, 5 Juli 2009, 18:36 WIBAmril Amarullah, Fadila Fikriani Armadita

Aktivis Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti dan Surya AB (Antara/ Ujang Zaelani)



VIVAnews - Pengamat politik Ray Rangkuti mengatakan, bila KPU berani mengambil keputusan untuk menunda pemilihan presiden 8 Juli mendatang, maka KPU mendapat kesempatan untuk berbenah diri.

Banyak yang bisa diperbaiki oleh KPU diantaranya membersihkan data terutama pemilih-pemilih fiktif yang selama ini jadi persoalan, tidak hanya tim sukses, tetapi juga masyarakat.

"Isu penundaan pemilihan presiden merupakan efek dari DPT yang tidak beres. Karena itu sebaiknya KPU mendengar apa yang disampaikan masyarakat untuk menunda hingga dua minggu," kata Ray di Jakarta, Minggu 5 Juli 2009.

Tetapi, bila KPU tetap memaksakan untuk menjalankan pemilu 8 Juli tetap dipaksakan, yang terjadi sejarah akan mencatat, pemilu 2009 ini adalah terburuk sepanjang reformasi bangsa Indonesia.

Itu artinya, kualitas demokrasi Indonesia justru menurun, padahal tahun 1999 Indonesia mendapat pengakuan dunia.

Tidak ada komentar: