REPUBLIKA.Co.ID
Pemilihan Ketua Kelas Lebih Bagus dari Pemilu 2009
By Republika Newsroom
Kamis, 30 Juli 2009 pukul 18:41:00
JAKARTA -- Begitu buruknya kualitas penyelenggaraan Pemilu 2009, sampai-sampai pemilihan ketua kelas dan kepala desa pun dinilai masih lebih baik. Upaya hukum sengketa hasil Pemilu Presiden pun tidak bisa dituding sebagai upaya pihak yang tak siap menerima kekalahan.
''Kalau Habibie di akhir masa jabatannya meninggalkan pemilu paling demokratis, Megawati meninggalkan pemilu paling damai, maka Presiden sekarang melanjutkan pemilu paling kacau,'' ujar Direktur Nasional Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti, Kamis (30/7) petang. Pemilihan kepala desa, kata dia, masih lebih bagus dibandingkan penyelenggaraan Pemilu 2009.
Bahkan pemilihan ketua kelas di zaman sekolah dasar, sebut Ray, masih lebih bagus. Indikatornya, di pemilihan ketua kelas dan kepala desa itu dilakukan setelah dipastikan terlebih dahulu siapa pemilihnya. ''Pemilihnya dipastikan dulu jumlahnya, baru dilakukan pemilihan. Pemilu 2009 ini, DPT-nya bermasalah, dipaksakan pemilu,'' ujar dia.
Menurut Ray, upaya hukum yang ditempuh dua pasangan kandidat di Pemilu Presiden 2009, bukanlah langkah dari pihak yang tak siap menerima kekalahan. Dengan menekankan dirinya bukan pendukung Megawati, menurut dia jika tudingan itu benar maka Megawati akan melakukannya pada 2004.
''Kalau memang tak siap menerima kekalahan, Megawati akan melakukan upaya hukum itu pada 2004 ketika masih memegang kekuasaan. Bukan di 2009 yang sudah tak punya apa-apa,'' tegas Ray. Pada Pemilu 2004, Megawati Soekarnoputri juga berlaga sebagai salah satu capres dan kalah.
Tudingan itu, tegas Ray, memperlihatkan praktek politik yang sama sekali tidak sehat. Termasuk jika ada yang mempersoalkan upaya hukum ini dan banyaknya kecaman terhadap kualitas pemilu dikaitkan dengan akal sehat. ''Justru karena kita punya akal sehat, kita mempermasalahkan pemilu yang tak masuk akal ini,'' kata dia.
Praktisi demokrasi, Fadjroel Rahman, mengatakan buruknya kualitas pemilu ini seharusnya bukan hanya dipermasalahkan oleh kubu Megawati-Prabowo dan JK-Wiranto. Ada tidaknya kerugian dalam Pemilu Presiden 2009 pun seharusnya juga dipermasalahkan oleh kubu SBY-Boediono.''Karena kalau DPT (daftar pemilih tetap,red) dan pemilu bermasalah, yang dirugikan adalah rakyat Indonesia, demokrasi, dan hak-hak konstitusional kita,'' tegas dia. ann/kpo
Tampilkan postingan dengan label Pilpres dan umumkan kabinet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilpres dan umumkan kabinet. Tampilkan semua postingan
Senin, 17 Agustus 2009
Selasa, 16 Juni 2009
Gerakan Pilpres Satu Putaran
SUARA KARYA
HASIL SURVEI
Gerakan Pilpres Satu PutaranJadi Peringatan Dini
Selasa, 16 Juni 2009
JAKARTA (Suara Karya): Juru Bicara Rumah Perubahan Adhie Massardi menilai gerakan agar Pemilihan Presiden 2009 berlangsung dalam satu putaran yang dipimpin oleh Denny JA sebenarnya menguntungkan lawan politik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Gerakan itu, katanya, dinilai sebagai gerakan peringatan dini early warning untuk mengingatkan Megawati dan Jusuf Kalla kalau Pilpres 2009 berpotensi satu putaran.
"Denny JA itu masih pejuang demokrasi. Dengan gerakannya itu, Denny meminta agar lawan politik SBY waspada karena SBY bisa menang dalam satu putaran saja. Ini bagian dari early warning," ujar Adhie Massardi di Jakarta, Senin (15/6).
Adhie menduga sebenarnya apa yang dilakukan Denny dengan gerakannya itu bagian dari upaya lawan politik SBY untuk menggagalkan pilpres berlangsung satu putaran. Karena dengan adanya early warning itu maka tim JK-Wiranto dan Megawati-Prabowo jadi lebih mewaspadai kekuatan SBY.
"Faktanya kan kita semua jadi waspada dengan pilpres satu putaran ini. Justru ini menguntungkan lawan politik SBY. Denny JA itu dekat dengan Wiranto dan pernah jadi konsultan PDIP pada pemilu legislatif lalu," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti mengemukakan, tiga pasangan capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2009 sebaiknya dapat menyampaikan nama-nama menteri yang akan membantunya merumuskan sistem ekonomi jika terpilih. Hal ini dimaksudkan agar pemilih tidak menjadi objek dari janji-janji kampanye yang akan berujung pada manipulasi.
"Menyebut nama-nama calon anggota kabinet ekonomi khususnya akan memperteguh komitmen mereka dalam membangun sistem ekonomi seperti yang mereka ungkapkan," ujarnya di Jakarta, Senin (15/6).
Dia menilai, penjabaran nama-nama menteri yang akan membantu dalam kabinet tersebut terkait pula dengan penyampaian visi dan misi para pasangan capres dan cawapres.
Dengan demikian, katanya, tidak hanya akan terhenti pada persoalan debat dan janji-janji kampanye. Namun, perlu pula adanya tindak lanjut melalui langkah-langkah eksekutorialnya.
"Inilah saatnya para capres mengikat komitmen dengan masyarakat dengan kebenaran pelaksanaan janji kampanye dengan tim kabinet ekonomi yang jelas. Lebih dari itu, tak ada manipulasi janji-janji kampanye. Langkah ini, jelas akan merupakan langkah yang memperteguh pilihan masyarakat atas capres yang ada," ujarnya.
Ray menilai, ketiga pasangan capres dan cawapres memiliki visi dan misi yang berbeda, terutama dalam bidang perekonomian sehingga diharapkan dapat mengumumkan juga nama-nama calon kabinet mereka.
Ia menambahkan, hal juga menjadi pertanda bahwa kampanye presiden dan wakil presiden untuk Pemilu 2009 jauh lebih berbobot dibandingkan dengan kampanye pilpres pada pemilu-pemilu sebelumnya. (Tri Handayani)
HASIL SURVEI
Gerakan Pilpres Satu PutaranJadi Peringatan Dini
Selasa, 16 Juni 2009
JAKARTA (Suara Karya): Juru Bicara Rumah Perubahan Adhie Massardi menilai gerakan agar Pemilihan Presiden 2009 berlangsung dalam satu putaran yang dipimpin oleh Denny JA sebenarnya menguntungkan lawan politik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Gerakan itu, katanya, dinilai sebagai gerakan peringatan dini early warning untuk mengingatkan Megawati dan Jusuf Kalla kalau Pilpres 2009 berpotensi satu putaran.
"Denny JA itu masih pejuang demokrasi. Dengan gerakannya itu, Denny meminta agar lawan politik SBY waspada karena SBY bisa menang dalam satu putaran saja. Ini bagian dari early warning," ujar Adhie Massardi di Jakarta, Senin (15/6).
Adhie menduga sebenarnya apa yang dilakukan Denny dengan gerakannya itu bagian dari upaya lawan politik SBY untuk menggagalkan pilpres berlangsung satu putaran. Karena dengan adanya early warning itu maka tim JK-Wiranto dan Megawati-Prabowo jadi lebih mewaspadai kekuatan SBY.
"Faktanya kan kita semua jadi waspada dengan pilpres satu putaran ini. Justru ini menguntungkan lawan politik SBY. Denny JA itu dekat dengan Wiranto dan pernah jadi konsultan PDIP pada pemilu legislatif lalu," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti mengemukakan, tiga pasangan capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2009 sebaiknya dapat menyampaikan nama-nama menteri yang akan membantunya merumuskan sistem ekonomi jika terpilih. Hal ini dimaksudkan agar pemilih tidak menjadi objek dari janji-janji kampanye yang akan berujung pada manipulasi.
"Menyebut nama-nama calon anggota kabinet ekonomi khususnya akan memperteguh komitmen mereka dalam membangun sistem ekonomi seperti yang mereka ungkapkan," ujarnya di Jakarta, Senin (15/6).
Dia menilai, penjabaran nama-nama menteri yang akan membantu dalam kabinet tersebut terkait pula dengan penyampaian visi dan misi para pasangan capres dan cawapres.
Dengan demikian, katanya, tidak hanya akan terhenti pada persoalan debat dan janji-janji kampanye. Namun, perlu pula adanya tindak lanjut melalui langkah-langkah eksekutorialnya.
"Inilah saatnya para capres mengikat komitmen dengan masyarakat dengan kebenaran pelaksanaan janji kampanye dengan tim kabinet ekonomi yang jelas. Lebih dari itu, tak ada manipulasi janji-janji kampanye. Langkah ini, jelas akan merupakan langkah yang memperteguh pilihan masyarakat atas capres yang ada," ujarnya.
Ray menilai, ketiga pasangan capres dan cawapres memiliki visi dan misi yang berbeda, terutama dalam bidang perekonomian sehingga diharapkan dapat mengumumkan juga nama-nama calon kabinet mereka.
Ia menambahkan, hal juga menjadi pertanda bahwa kampanye presiden dan wakil presiden untuk Pemilu 2009 jauh lebih berbobot dibandingkan dengan kampanye pilpres pada pemilu-pemilu sebelumnya. (Tri Handayani)
Capres Diimbau Umumkan Calon Menteri Ekonomi
POS KUPANG
Capres Diimbau Umumkan Calon Menteri Ekonomi
Selasa, 16 Juni 2009 | 08:54 WITA
JAKARTA, POS KUPANG.Com -- Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti berharap kepada pasangan capres-cawapres untuk berani mengumumkan tim ekonominya yang akan masuk dalam jajaran kabinet mendatang. Kebijakan ekonomi ketiga pasangan capres- cawapres ini sangat ditunggu-tunggu rakyat.
"Kampanye pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) 2009 kali ini cukup menarik. Setidaknya dalam bidang ekonomi tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden terlihat menawarkan tiga visi dan program ekonomi yang berbeda satu dengan yang lainnya. Mega-Prabowo usung isu ekonomi kerakyatan, SBY-Boediono mengusung ekonomi jalan tengah, JK-Wiranto mengusung ekonomi kerakyatan," kata Ray Rangkuti di Jakarta, Senin (15/6/2009). Menurut Ray, kampanye pada Pilpres 2009 lebih berbobot dibanding Pilpres 2004. Peningkatannya yakni soal pengungkapan visi dan misi para capres.
"Hanya saja, langkah maju itu hendaknya tidak terhenti pada perdebatan dan janji kampanye. Prestasi saat pelaksanaan kampanye pilpres 2009 harusnya ditindaklanjuti dengan langkah-langkah eksekutorial atas janji, visi, misi serta program yang sudah disampaikan. Jangan hanya menjadi janji omong kosong saja bila kelak terpilih," ungkap Ray.
Sebagai tindak lanjutnya, lebih baik capres-cawapres mengumumkan struktur dan nama-nama calon kabinet mereka. Khususnya di bidang ekonomi, yang menjadi titik tekan kampanye tiga pasangan capres. Diumumkannya calon menteri bidang ekonomi agar pemilih tidak menjadi objek dari janji-janji kampanye yang akan berujung pada manipulasi. Sekaligus memperteguh komitmen mereka dalam membangun sistem ekonomi yang dijanjikan.
"Para capres harus mengikat komitmen pada masyarakat dengan kebenaran pelaksanaan janji kampanye dengan tim kabinet ekonomi yang jelas. Jangan sampai ada manipulasi janji-janji kampanye. Kami hargai calon presiden dan wakil presiden yang berani menyatakan dengan terbuka calon tim ekonomi di kabinet yang akan mereka bentuk," ungkapnya. (Persda Networik/yat)
Capres Diimbau Umumkan Calon Menteri Ekonomi
Selasa, 16 Juni 2009 | 08:54 WITA
JAKARTA, POS KUPANG.Com -- Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti berharap kepada pasangan capres-cawapres untuk berani mengumumkan tim ekonominya yang akan masuk dalam jajaran kabinet mendatang. Kebijakan ekonomi ketiga pasangan capres- cawapres ini sangat ditunggu-tunggu rakyat.
"Kampanye pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) 2009 kali ini cukup menarik. Setidaknya dalam bidang ekonomi tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden terlihat menawarkan tiga visi dan program ekonomi yang berbeda satu dengan yang lainnya. Mega-Prabowo usung isu ekonomi kerakyatan, SBY-Boediono mengusung ekonomi jalan tengah, JK-Wiranto mengusung ekonomi kerakyatan," kata Ray Rangkuti di Jakarta, Senin (15/6/2009). Menurut Ray, kampanye pada Pilpres 2009 lebih berbobot dibanding Pilpres 2004. Peningkatannya yakni soal pengungkapan visi dan misi para capres.
"Hanya saja, langkah maju itu hendaknya tidak terhenti pada perdebatan dan janji kampanye. Prestasi saat pelaksanaan kampanye pilpres 2009 harusnya ditindaklanjuti dengan langkah-langkah eksekutorial atas janji, visi, misi serta program yang sudah disampaikan. Jangan hanya menjadi janji omong kosong saja bila kelak terpilih," ungkap Ray.
Sebagai tindak lanjutnya, lebih baik capres-cawapres mengumumkan struktur dan nama-nama calon kabinet mereka. Khususnya di bidang ekonomi, yang menjadi titik tekan kampanye tiga pasangan capres. Diumumkannya calon menteri bidang ekonomi agar pemilih tidak menjadi objek dari janji-janji kampanye yang akan berujung pada manipulasi. Sekaligus memperteguh komitmen mereka dalam membangun sistem ekonomi yang dijanjikan.
"Para capres harus mengikat komitmen pada masyarakat dengan kebenaran pelaksanaan janji kampanye dengan tim kabinet ekonomi yang jelas. Jangan sampai ada manipulasi janji-janji kampanye. Kami hargai calon presiden dan wakil presiden yang berani menyatakan dengan terbuka calon tim ekonomi di kabinet yang akan mereka bentuk," ungkapnya. (Persda Networik/yat)
Lima Minta Capres Umumkan Tim Ekonomi
OKEZONE.COM
Pemilu - pemilihan presiden
Lima Minta Capres Umumkan Tim Ekonomi
Selasa, 16 Juni 2009 - 02:00 wibDian Widiyanarko
JAKARTA - Para capres dalam kampanye mulai menyatakan mengenai visi ekonomi yang akan diusungnya kelak setelah memimpin. Namun belum ada capres yang mengumumkan siapa tim ekonomi di kabinet mereka nantinya.
Untuk itu, Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) meminta capres mengumumkan tim ekonomi mereka. "Lima amat menghargai siapapun calon presiden dan wakil presiden yang berani menyatakan dengan terbuka calon tim ekonomi di kabinet yang akan mereka bentuk," kata Direktur Lima, Ray Rangkuti, Senin (15/6/2009).
Hal ini penting, sebab, inilah salah satu cara untuk mengukur keseriusan para capres dengan model ekonomi yang akan mereka laksanakan selama lima tahun masa bakti. Jangan sampai misalnya mereka teriak-teriak dengan ekonomi kerakyatan tetapi nama calon menteri ekonominya datang dari ekonomi neoliberal, dan atau sebaliknya. "Di sinilah peran dari pengumuman nama calon menteri tersebut menjadi penting dan relevan," jelasnya.
Ray mengatakan, bidang ekonomi inilah yang menjadi titik tekan kampanye tiga pasangan capres. Hal itu pula yang sekaligus merupan titik perbedaan antara tiga pasangan calon tersebut.
Maka menyebutkan nama-nama dari tim ekonomi kabinet yang akan mereka bentuk merupakan satu keharusan yang menjadi bagian integral dari janji kampanye mereka. Hal ini dimaksudkan agar pemilih tidak menjadi objek dari janji-janji kampanye yang akan berujung pada manipulasi.
"Menyebut nama-nama calon anggota kabinet ekonomi khususnya akan memperteguh komitmen mereka dalam membangun sistem ekonomi seperti yang mereka ungkapkan," ujarnya.
(ram)
Pemilu - pemilihan presiden
Lima Minta Capres Umumkan Tim Ekonomi
Selasa, 16 Juni 2009 - 02:00 wibDian Widiyanarko
JAKARTA - Para capres dalam kampanye mulai menyatakan mengenai visi ekonomi yang akan diusungnya kelak setelah memimpin. Namun belum ada capres yang mengumumkan siapa tim ekonomi di kabinet mereka nantinya.
Untuk itu, Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) meminta capres mengumumkan tim ekonomi mereka. "Lima amat menghargai siapapun calon presiden dan wakil presiden yang berani menyatakan dengan terbuka calon tim ekonomi di kabinet yang akan mereka bentuk," kata Direktur Lima, Ray Rangkuti, Senin (15/6/2009).
Hal ini penting, sebab, inilah salah satu cara untuk mengukur keseriusan para capres dengan model ekonomi yang akan mereka laksanakan selama lima tahun masa bakti. Jangan sampai misalnya mereka teriak-teriak dengan ekonomi kerakyatan tetapi nama calon menteri ekonominya datang dari ekonomi neoliberal, dan atau sebaliknya. "Di sinilah peran dari pengumuman nama calon menteri tersebut menjadi penting dan relevan," jelasnya.
Ray mengatakan, bidang ekonomi inilah yang menjadi titik tekan kampanye tiga pasangan capres. Hal itu pula yang sekaligus merupan titik perbedaan antara tiga pasangan calon tersebut.
Maka menyebutkan nama-nama dari tim ekonomi kabinet yang akan mereka bentuk merupakan satu keharusan yang menjadi bagian integral dari janji kampanye mereka. Hal ini dimaksudkan agar pemilih tidak menjadi objek dari janji-janji kampanye yang akan berujung pada manipulasi.
"Menyebut nama-nama calon anggota kabinet ekonomi khususnya akan memperteguh komitmen mereka dalam membangun sistem ekonomi seperti yang mereka ungkapkan," ujarnya.
(ram)
Capres Harus Umumkan Formasi Kabinet yang Disiapkan
MEDIA INDONESIA.COM
Capres Harus Umumkan Formasi Kabinet yang Disiapkan
Senin, 15 Juni 2009 23:47 WIB
JAKARTA--MI: Pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) harus menyebutkan jajaran kabinet yang dipersiapkan jika pasangan tersebut kelak terpilih. Hal tersebut dimaksudkan agar pemilih tidak menjadi objek dari janji-janji kampanye yang akan berujung pada manipulasi.
Hal itu dikemukakan Direktur Lingkar Madani (LIMA) Nasional, Ray Rangkuti di Jakarta, Senin (15/6). "Sebaiknya mengumumkan juga nama-nama calon kabinet mereka, termasuk di dalamnya jumlah kabinet yang akan dibuat lengkap dengan nama-nama dalam kursi kabinet yang dimaksud," ujarnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, jajaran pada bidang ekonomi, menjadi bagian terpenting untuk disebutkan. Mengingat selama masa kampanye, ketiga capres cawapres gencar menyuarakan janji-janji perbaikan ekonomi. "Bidang ekonomi sekaligus merupan titik perbedaan antara tiga pasangan calon tersebut. Menyebut nama-nama calon anggota kabinet ekonomi khususnya akan memperteguh komitmen mereka dalam membangun sistem ekonomi seperti yang mereka ungkapkan," paparnya.
Namun, sambungnya, sekalipun pasangan capres dan cawapres enggan menyebut nama calon tim ekonomi mereka, maka harapan berikutnya adalah moderator debat kampanye yang akan dilaksanakan selama lima kali. "Moderator dapat menanyakan hal ini pada lima kali debat yang dilaksanakan," imbuhnya. (NJ/OL-06)
Capres Harus Umumkan Formasi Kabinet yang Disiapkan
Senin, 15 Juni 2009 23:47 WIB
JAKARTA--MI: Pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) harus menyebutkan jajaran kabinet yang dipersiapkan jika pasangan tersebut kelak terpilih. Hal tersebut dimaksudkan agar pemilih tidak menjadi objek dari janji-janji kampanye yang akan berujung pada manipulasi.
Hal itu dikemukakan Direktur Lingkar Madani (LIMA) Nasional, Ray Rangkuti di Jakarta, Senin (15/6). "Sebaiknya mengumumkan juga nama-nama calon kabinet mereka, termasuk di dalamnya jumlah kabinet yang akan dibuat lengkap dengan nama-nama dalam kursi kabinet yang dimaksud," ujarnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, jajaran pada bidang ekonomi, menjadi bagian terpenting untuk disebutkan. Mengingat selama masa kampanye, ketiga capres cawapres gencar menyuarakan janji-janji perbaikan ekonomi. "Bidang ekonomi sekaligus merupan titik perbedaan antara tiga pasangan calon tersebut. Menyebut nama-nama calon anggota kabinet ekonomi khususnya akan memperteguh komitmen mereka dalam membangun sistem ekonomi seperti yang mereka ungkapkan," paparnya.
Namun, sambungnya, sekalipun pasangan capres dan cawapres enggan menyebut nama calon tim ekonomi mereka, maka harapan berikutnya adalah moderator debat kampanye yang akan dilaksanakan selama lima kali. "Moderator dapat menanyakan hal ini pada lima kali debat yang dilaksanakan," imbuhnya. (NJ/OL-06)
Langganan:
Postingan (Atom)
